Rabu, 04 Juli 2018

Pharmacy Is My Way ;)


Untuk kalian yang belum tau tentang farmasi, apasih itu FARMASI?
Kenapa aku tertarik untuk melanjutkan studi di prodi S1 Farmasi?
Ini dia penjelasannya!


Sebelum menuju penjelasan apa itu farmasi, nah itu ada contoh foto di lab Farmasi. Di lab farmasi tentunya banyak bgt obat-obatan. Kalau diantara kalian ada yang berfikir bahwa obat-obat yang ada di lab farmasi itu obat palsu atau tiruan, atau bahkan ada yang berfikir kalau itu obat yang udah expired, kalian salah besar. Karena di lab kita bener-bener praktikum pakai obat-obatan asli dan yang masih bagus, bukan obat expired! Naahh Kalau ada yang nanya "Itu lucy?", jawabannya, ya itu akuuuu :D Fotoku saat aku kelas XI kemarin, karena memang aku sekolahnya di SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep jurusan Farmasi ;)

Farmasi adalah suatu bidang professional kesehatan yang menjadi kombinasi dari ilmu kesehatan beserta dengan ilmu kimia dengan tanggung jawab memastikan efektivitas dan keamanan dalam penggunaan obat. Jadi, lulusan dari jurusan atau program studi lulusan Farmasi secara umum harus bisa praktik farmasi tradisional hingga modern, beserta dengan keamanan penggunaan obat dan penyediaan informasi obat.
Terkait dari masalah kesehatan itu sendiri, mulai dari zaman pra sejarah hingga zaman digital yang sekarang ini, kesehatan begitu diperhatikan. Sementara itu, bidang farmasi sendiri juga sudah ada semenjak zaman pra sejarah, melainkan prospek kerjanya yang masih belum ada. Masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat sensitif karena memang urusannya dengan tubuh di bagian dalam. Jika tubuh bagian dalam terganggu, maka terganggu juga jiwa kita. Maka dibutuhkanlah seorang ahli di bidang kesehatan, terlebih perihal obat-obatan, salah satunya apoteker. Penjelasan secara singkat mengenai apoteker ialah sarjana S1 lulusan farmasi yang berhasil ditempuh selama 4 tahun lamanya dan 1 tahun kemudian untuk pendidikan profesi apoteker, maka keseluruhan pendidikan dijalani selama 5 tahun lamanya.

Nah sekarang kalian sudah tau kan apa itu farmasi? Setelah kalian mengetahui arti farmasi secara luas, mari kita bahas mengenai Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Let’s go :D

Program Studi Farmasi UMM berdiri sejak  tahun 2006 melalui Surat Ijin Pendirian dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional RI, Nomor: 1964/D/T/2006 dan Rekomendasi pembukaan Program Studi Farmasi UMM dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia Badan Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan, Nomor : HK.03.2.4.1.02342.1, tertanggal 15 Mei 2006. Sebagai Program Studi baru, Program Studi Farmasi UMM dibina oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya melalui MoU Nomor: 100/Jo3.1.20/PP/2006 dan E.S.c/359/BAA-UMM/V/2006., ini diadakaan dalam rangka merealisasi program Indonesia Sehat 2010 sebagai upaya antisipasi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya Apoteker yang sampai saat ini jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Saat ini  Program Studi Farmasi UMM telah terakreditasi tahun 2009 berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, No.028/BAN-PT/Ak-XII/S1/IX/2009 dan sejak 15 Oktober 2009 menjadi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).
Program Studi Farmasi berdiri tahun 2006. Program studi ini menggandeng Fakultas Farmasi Universitas Airlangga serta bergabung sebagai Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia sebagai upaya mengembangkan kualitas pendidikan yang terstandard. Beban studi yang harus ditempuh mahasiswa sebanyak 150 SKS yang dapat diselesaikan selama 8 semester. Untuk menunjang kualitas lulusan, Program Studi Farmasi menyelenggarakan pembelajaran dengan kurikulum berbasis kompetensi dengan muatan utama adalah farmasi komunitas berbasis klinis.
Sebagai salah satu program studi yang berusia relatif muda di lingkungan, Prodi Farmasi UMM berhasil meluluskan lebih dari 70% Sarjana Farmasi secara tepat waktu dengan predikat memuaskan. Profesi Apoteker mempunyai lapangan kerja yang cukup luas, khususnya pada pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care). Apoteker secara individu dapat membuka apotek tanpa harus terpengaruh oleh pihak lain, dapat juga bekerja di rumah sakit sebagai clinical pharmacy, di industri obat sebagai manager produksi, manager quality control, di Balai Pengawasan Obat dan Makanan, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, Departemen kesehatan dan departemen lainnya.

Sekarang, bagaimana peluang kerja lulusan Farmasi? Mari kita lihat :D

1. Farmasi Industri
Yang pertama, diawali dengan mengabdikan diri di dunia industri, seperti obat, makanan, minuman dan kosmetik. Biasanya akan ditempatkan di bagian research and development. Research and development ini memiliki tugas dalam menentukan formula, teknik pembuatan hingga menentukan spesifikasi bahan baku yang nantinya akan dipergunakan. Pengembangan produk mulai dari skala laboratorium, hingga skala produksi. Ada begitu banyak perusahaan industri di Indonesia untuk bisa kalian masuki seperti di beberapa perusahaan makanan, perusahaan kosmetik, hingga di bidang obat-obatan. Bisa kamu pilih sesuai dengan keinginan atau minat kamu.
2. Dunia Pendidikan
Bagi kamu yang memang sedang mencari prospek kerja farmasi di bidang pendidikan, bisa mengabdikan diri sebagai guru atau dosen di jurusan terkait. Untuk menjadi dosen biasanya kamu harus bisa lulus kuliah jenjang S2. Melihat daya saing yang tinggi di setiap instansi, perusahaan yang kian banyak, maka perguruan tinggi swasta juga satu persatu berusaha untuk merintis perguruannya dalam menciptakan suatu bentuk persaingan yang lebih baru di ranah yang sama. Tak menutup kemungkinan juga peluang sebagai tenaga pendidik di bidang farmasi juga sangat dibutuhkan. Contohnya bisa di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) sebagai dosen dalam bidang farmasi.
3. Lembaga Pemerintah
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau yang biasa disingkat dengan BPOM menjadi salah satu lembaga resmi pemerintah dalam mengurus pelegalan obat dan juga makanan. Ini bisa menjadi prospek kerja bagi kamu yang minat dalam naungan pemerintah. Apoteker yang bekerja di badan regulasi contohnya di Badan POM bertugas dalam melakukan suatu bentuk perumusan peraturan dan melakukan fungsi pengawasan terhadap obat, baik itu obat tradisional, kosmetik, hingga bahan makanan yang banyak beredar di masyarakat demi kepentingan dan kesehatan konsumen. Ada juga prospek kerja di lembaga lain yang masih tetap berada di bawah naungan dari pemerintah, seperti di Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).
4. Farmasi Manajemen
Prospek kerja jurusan farmasi juga bisa dilihat dalam bidang manajemen. Manajamen di sini dimaksudkan pimpinan yang memiliki tanggung jawab atas setiap jalannya perusahaan dan organisasi. Bisa dikatakan jika seorang apoteker tak melulu bersentuhan dengan obat. Ada juga pelajaran secara lebih lanjut akan hubungan yang terjalin antara manusia itu sendiri, bagaimana dalam menciptakan hubungan yang baik antara rekan seprofesi atau di luar profesi, bahkan bersama dengan pasien.
5. Menjadi Seorang Pengusaha
Seperti yang sudah diungkap di atas untuk membuka apotek, harus mengenyam pendidikan terlebih dahulu di bangku kuliah selama 4 tahun lamanya dan ditambah dengan 1 tahun untuk mengambil program profesi. Setelah itu mengucap Sumpah Apoteker dan kalian bisa memperoleh ijin praktik untuk membuka apotek. Nah di sini kalian bisa membuka apotek sendiri.
6. Peneliti Farmasi
Tidak hanya bekerja di dalam bidang atau dunia pendidikan saja, lulusan farmasi juga bisa menjadi seorang peneliti farmasi. Bisa melakukan berbagai macam penelitian terhadap potensi tanaman obat yang masih melimpah di Indonesia. Penelitian ini sangat mendesak karena memang kondisi biodiversitas di Indonesia kian berkurang seiring dengan kerusakan alam dan hutan yang kian merajalela.
Lulusan farmasi bisa bekerja di badan penelitian pemerintah seperti LIPI, namun mungkin peluang di lembaga seperti ini terbatas.
7. Bekerja di Sektor Swasta
Begitu banyak perusahaan nasional yang membutuhkan lulusan farmasi, terutama yang memang bergerak di dalam industri obat-obatan contohnya Kalbe Farma, Kimia Farma, Mead Johnson, dan masih banyak lagi yang lain. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin nomor 1, tidak hanya bekerja di industri obat-obatan saja, melainkan juga bisa bekerja di berbagai sektor swasta yang lain, dalam bidang makanan atau minuman, hingga merambah ke bidang kosmetik.
8. Rumah Sakit, Apotek dan Laboratorium Klinik
Bidang layanan kesehatan seperti halnya rumah sakit, apotik dan juga laboratorium klinik menjadi bidang utama yang bisa dimasuki oleh seorang lulusan farmasi. Akan tetapi, untuk bekerja sebagai seorang apoteker yang professional di berbagai macam lembaga di atas, seorang lulusan farmasi harus mengambil terlebih dahulu pendidikan keprofesian apoteker selama 2 semester atau selama 1 tahun lamanya. Dengan berbekal sertifikat profesi, maka seorang lulusan farmasi bisa disebut sebagai apoteker dan selanjutnya bisa mendirikan apotek secara mandiri.
9. Farmasi Komunitas
Ada juga prospek kerja yang lain yakni menjadi apoteker, yang bertanggung jawab terhadap obat yang sudah tertulis di dalam resep. Prospek kerja dari jurusan farmasi itu sendiri juga bisa dikerucutkan lagi bisa bekerja di apotek, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik, hingga bekerja di rumah sakit.
10. Bagian Administrasi Pelayanan Obat di Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri
Farmasi tak melulu bekerja di ranah obat-obatan, melainkan makanan dan minuman atau bahkan kosmetik yang sudah dijelaskan di atas. Semisal makanan instan yang banyak mengandung bahan kimi atau zat lain yang hanya diketahui oleh ahli di bidangnya. Maka di sinilah peran penting atau tugas apoteker dalam menstabilkan kadar kimia atau zat yang lain pada suatu makanan atau minuman.

Nahhhhh banyak bgt kan peluang kerjanya.
Yakin gamau kuliah prodi farmasi? Rugi loh ya :p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar