Untuk kalian yang belum tau tentang farmasi, apasih itu FARMASI?
Kenapa aku tertarik untuk melanjutkan studi di prodi S1
Farmasi?
Ini dia penjelasannya!
Sebelum menuju penjelasan apa itu farmasi, nah itu ada contoh foto di lab Farmasi. Di lab farmasi tentunya banyak bgt obat-obatan. Kalau diantara kalian ada yang berfikir bahwa obat-obat yang ada di lab farmasi itu obat palsu atau tiruan, atau bahkan ada yang berfikir kalau itu obat yang udah expired, kalian salah besar. Karena di lab kita bener-bener praktikum pakai obat-obatan asli dan yang masih bagus, bukan obat expired! Naahh Kalau ada yang nanya "Itu lucy?", jawabannya, ya itu akuuuu :D Fotoku saat aku kelas XI kemarin, karena memang aku sekolahnya di SMK Kesehatan Mulia Husada Sumenep jurusan Farmasi ;)
Farmasi adalah suatu bidang professional kesehatan yang menjadi
kombinasi dari ilmu kesehatan beserta dengan ilmu kimia dengan tanggung jawab
memastikan efektivitas dan keamanan dalam penggunaan obat. Jadi, lulusan dari
jurusan atau program studi lulusan Farmasi secara umum harus bisa praktik
farmasi tradisional hingga modern, beserta dengan keamanan penggunaan obat dan
penyediaan informasi obat.
Terkait dari
masalah kesehatan itu sendiri, mulai dari zaman pra sejarah hingga zaman
digital yang sekarang ini, kesehatan begitu diperhatikan. Sementara itu, bidang
farmasi sendiri juga sudah ada semenjak zaman pra sejarah, melainkan prospek
kerjanya yang masih belum ada. Masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat
sensitif karena memang urusannya dengan tubuh di bagian dalam. Jika tubuh
bagian dalam terganggu, maka terganggu juga jiwa kita. Maka dibutuhkanlah
seorang ahli di bidang kesehatan, terlebih perihal obat-obatan, salah satunya
apoteker. Penjelasan secara singkat mengenai apoteker ialah sarjana S1 lulusan
farmasi yang berhasil ditempuh selama 4 tahun lamanya dan 1 tahun kemudian
untuk pendidikan profesi apoteker, maka keseluruhan pendidikan dijalani selama
5 tahun lamanya.
Nah sekarang kalian sudah tau kan apa
itu farmasi? Setelah kalian mengetahui arti farmasi secara luas, mari kita bahas
mengenai Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. Let’s go :D
Program Studi Farmasi UMM berdiri sejak tahun 2006 melalui
Surat Ijin Pendirian dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen
Pendidikan Nasional RI, Nomor: 1964/D/T/2006 dan Rekomendasi pembukaan Program
Studi Farmasi UMM dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia Badan
Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia Kesehatan, Nomor :
HK.03.2.4.1.02342.1, tertanggal 15 Mei 2006. Sebagai Program Studi baru,
Program Studi Farmasi UMM dibina oleh Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
Surabaya melalui MoU Nomor: 100/Jo3.1.20/PP/2006 dan E.S.c/359/BAA-UMM/V/2006.,
ini diadakaan dalam rangka merealisasi program Indonesia Sehat 2010 sebagai
upaya antisipasi kebutuhan tenaga kesehatan khususnya Apoteker yang sampai saat
ini jumlahnya masih jauh dari mencukupi. Saat ini Program Studi Farmasi
UMM telah terakreditasi tahun 2009 berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi
Nasional Perguruan Tinggi, No.028/BAN-PT/Ak-XII/S1/IX/2009 dan sejak 15 Oktober
2009 menjadi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).
Program Studi Farmasi berdiri tahun 2006. Program studi ini
menggandeng Fakultas Farmasi Universitas Airlangga serta bergabung sebagai
Anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia sebagai upaya mengembangkan
kualitas pendidikan yang terstandard. Beban studi yang harus ditempuh mahasiswa
sebanyak 150 SKS yang dapat diselesaikan selama 8 semester. Untuk menunjang
kualitas lulusan, Program Studi Farmasi menyelenggarakan pembelajaran dengan
kurikulum berbasis kompetensi dengan muatan utama adalah farmasi komunitas
berbasis klinis.
Sebagai salah satu program studi yang berusia relatif muda di
lingkungan, Prodi Farmasi UMM berhasil meluluskan lebih dari 70% Sarjana
Farmasi secara tepat waktu dengan predikat memuaskan. Profesi Apoteker
mempunyai lapangan kerja yang cukup luas, khususnya pada pelayanan kefarmasian
(pharmaceutical care). Apoteker secara individu dapat membuka apotek tanpa
harus terpengaruh oleh pihak lain, dapat juga bekerja di rumah sakit sebagai
clinical pharmacy, di industri obat sebagai manager produksi, manager quality
control, di Balai Pengawasan Obat dan Makanan, lembaga pendidikan, lembaga
penelitian, Departemen kesehatan dan departemen lainnya.
Sekarang, bagaimana peluang kerja lulusan Farmasi? Mari kita
lihat :D
1. Farmasi
Industri
Yang pertama, diawali dengan mengabdikan diri di dunia industri,
seperti obat, makanan, minuman dan kosmetik. Biasanya akan ditempatkan di
bagian research and development. Research and development ini
memiliki tugas dalam menentukan formula, teknik pembuatan hingga menentukan
spesifikasi bahan baku yang nantinya akan dipergunakan. Pengembangan produk
mulai dari skala laboratorium, hingga skala produksi. Ada begitu banyak
perusahaan industri di Indonesia untuk bisa kalian masuki seperti di beberapa
perusahaan makanan, perusahaan kosmetik, hingga di bidang obat-obatan. Bisa
kamu pilih sesuai dengan keinginan atau minat kamu.
2. Dunia
Pendidikan
Bagi kamu yang memang sedang mencari prospek kerja farmasi di bidang
pendidikan, bisa mengabdikan diri sebagai guru atau dosen di jurusan terkait.
Untuk menjadi dosen biasanya kamu harus bisa lulus kuliah jenjang S2. Melihat
daya saing yang tinggi di setiap instansi, perusahaan yang kian banyak, maka
perguruan tinggi swasta juga satu persatu berusaha untuk merintis perguruannya
dalam menciptakan suatu bentuk persaingan yang lebih baru di ranah yang sama. Tak
menutup kemungkinan juga peluang sebagai tenaga pendidik di bidang farmasi juga
sangat dibutuhkan. Contohnya bisa di Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas)
sebagai dosen dalam bidang farmasi.
3. Lembaga
Pemerintah
Badan Pengawas Obat dan Makanan atau yang biasa disingkat dengan
BPOM menjadi salah satu lembaga resmi pemerintah dalam mengurus pelegalan obat
dan juga makanan. Ini bisa menjadi prospek kerja bagi kamu yang minat dalam
naungan pemerintah. Apoteker yang bekerja di badan regulasi contohnya di Badan
POM bertugas dalam melakukan suatu bentuk perumusan peraturan dan melakukan
fungsi pengawasan terhadap obat, baik itu obat tradisional, kosmetik, hingga
bahan makanan yang banyak beredar di masyarakat demi kepentingan dan kesehatan
konsumen. Ada juga prospek kerja di lembaga lain yang masih tetap berada di
bawah naungan dari pemerintah, seperti di Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan
(BPJS).
4. Farmasi
Manajemen
Prospek kerja jurusan farmasi juga bisa dilihat dalam bidang
manajemen. Manajamen di sini dimaksudkan pimpinan yang memiliki tanggung jawab
atas setiap jalannya perusahaan dan organisasi. Bisa dikatakan jika seorang
apoteker tak melulu bersentuhan dengan obat. Ada juga pelajaran secara lebih
lanjut akan hubungan yang terjalin antara manusia itu sendiri, bagaimana dalam
menciptakan hubungan yang baik antara rekan seprofesi atau di luar profesi,
bahkan bersama dengan pasien.
5. Menjadi
Seorang Pengusaha
Seperti yang sudah diungkap di atas untuk membuka apotek, harus
mengenyam pendidikan terlebih dahulu di bangku kuliah selama 4 tahun lamanya
dan ditambah dengan 1 tahun untuk mengambil program profesi. Setelah itu
mengucap Sumpah Apoteker dan kalian bisa memperoleh ijin praktik untuk membuka
apotek. Nah di sini kalian bisa membuka apotek sendiri.
6. Peneliti
Farmasi
Tidak hanya bekerja di dalam bidang atau dunia pendidikan saja,
lulusan farmasi juga bisa menjadi seorang peneliti farmasi. Bisa melakukan
berbagai macam penelitian terhadap potensi tanaman obat yang masih melimpah di
Indonesia. Penelitian ini sangat mendesak karena memang kondisi biodiversitas
di Indonesia kian berkurang seiring dengan kerusakan alam dan hutan yang kian
merajalela.
Lulusan farmasi bisa bekerja di badan penelitian pemerintah seperti
LIPI, namun mungkin peluang di lembaga seperti ini terbatas.
7. Bekerja di
Sektor Swasta
Begitu banyak perusahaan nasional yang membutuhkan lulusan farmasi,
terutama yang memang bergerak di dalam industri obat-obatan contohnya Kalbe
Farma, Kimia Farma, Mead Johnson, dan masih banyak lagi yang lain. Seperti yang
sudah dijelaskan pada poin nomor 1, tidak hanya bekerja di industri obat-obatan
saja, melainkan juga bisa bekerja di berbagai sektor swasta yang lain, dalam
bidang makanan atau minuman, hingga merambah ke bidang kosmetik.
8. Rumah Sakit,
Apotek dan Laboratorium Klinik
Bidang layanan kesehatan seperti halnya rumah sakit, apotik dan juga
laboratorium klinik menjadi bidang utama yang bisa dimasuki oleh seorang
lulusan farmasi. Akan tetapi, untuk bekerja sebagai seorang apoteker yang
professional di berbagai macam lembaga di atas, seorang lulusan farmasi harus
mengambil terlebih dahulu pendidikan keprofesian apoteker selama 2 semester
atau selama 1 tahun lamanya. Dengan berbekal sertifikat profesi, maka seorang
lulusan farmasi bisa disebut sebagai apoteker dan selanjutnya bisa mendirikan
apotek secara mandiri.
9. Farmasi
Komunitas
Ada juga prospek kerja yang lain yakni menjadi apoteker, yang
bertanggung jawab terhadap obat yang sudah tertulis di dalam resep. Prospek
kerja dari jurusan farmasi itu sendiri juga bisa dikerucutkan lagi bisa bekerja
di apotek, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), klinik, hingga bekerja di
rumah sakit.
10. Bagian
Administrasi Pelayanan Obat di Instansi Pemerintahan, TNI dan Polri
Farmasi tak melulu bekerja di ranah obat-obatan, melainkan makanan
dan minuman atau bahkan kosmetik yang sudah dijelaskan di atas. Semisal makanan
instan yang banyak mengandung bahan kimi atau zat lain yang hanya diketahui
oleh ahli di bidangnya. Maka di sinilah peran penting atau tugas apoteker dalam
menstabilkan kadar kimia atau zat yang lain pada suatu makanan atau minuman.
Nahhhhh banyak bgt kan peluang kerjanya.
Yakin gamau kuliah
prodi farmasi? Rugi loh ya :p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar